Mikrofon Paripurna Tiba – Tiba Mati Saat Ucapkan Ini ke Setnov

Mikrofon Mati – Rapat paripurna pengambilan ketetapan Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu (RUU Pemilu) dibumbui insiden matinya mikrofon waktu Wakil Ketua hendak berbicara pada waktu itu.

Saat itu, Benny memulai pendapatnya bersama ucapan simpati kepada Ketua DPR Setya Novanto yang jadi tersangka kasus dugaan korupsi kartu sinyal penduduk elektronik (e-KTP). Sesuai yang dikutip dari berita politik arah.com

“Bangga sekali untuk melihat dan melihat pimpinan dewan lengkap duduk di depan kami semua. Tentu sebagai sahabat, sesama anggota dewan aku memberikan keprihatinan begitu mendalam atas musibah hukum yang menimpa Ketua DPR kita,” kata Benny di area Rapat Paripurna, Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

“Kami menghendaki semoga Bapak pimpinan kuat dan tegar menghadapi cobaan ini,” tambahnya.

Selesai memberikan simpatinya kepada Setnov, Benny melanjutkan bersama menghendaki supaya rapat paripurna lebih fokus untuk mengambil alih ketetapan atas lima isu krusial RUU Pemilu.

Akan tetapi tidak lama sebelum saat ia selesai berbicara, tiba tiba microfon beliau mati mendadak.

“Setelah tadi diutarakan ketua pansus ada lima kabar yang belum disetujui di pansus untuk disepakati di tingkat…” kata Benny, lantas mikrofon mati. Kejadian aneh ini sekaligus menjadi berita aneh yang pernah terjadi di parpurna.

Merespons perihal itu, pimpinan rapat paripurna Wakil Ketua DPR Fadli Zon menghendaki maaf kepada Benny atas perihal tersebut.

“Maaf yang barusan dimatikan, Jadi jangan dipencet ulang jadi mematikan itu Pak Benny. Mohon maaf kami sukar untuk mengembalikannya, jadi mohon mendaftar lagi,” ujar Fadli.

Sebelumnya, Fadli di awal rapat udah menjelaskan sistem mikrofon yang digunakan waktu interupsi anggota dewan, dapat secara otomatis hidup dan mati sepanjang waktu lima menit bersama sistem digital.

Kejadian selanjutnya baru pertama kali dirasakan oleh Gerindra Muhammad Syafi’i waktu memberikan pandangannya mengenai RUU Pemilu di awal rapat.

“Ini ialah waktu untuk mendesain pemilu penguatan sistem presidensial dan kepartaian, itu tidak dapat berarti dan dapat melemahkan jika kami keliru mendesain sistem tersebut. Oleh dikarenakan itu…,” kata Syafi’i.

Belum selesai ngomong mikrofon Syafii tiba tiba mati. Tercatat Syafii baru berbicara kurang lebih 2 menit. Anggota dewan yang lain pun mempertanyakan perihal selanjutnya kepada Fadli.

“Kita udah sepakati, cuma diberikan waktu sepanjang lima menit. Mik dapat mati secara elektronik,” ujar Fadli menjawab pertanyaan anggota.

Saat ini jadwal rapat paripurna sedang mendengarkan paparan fraksi atas lima isu krusial RUU Pemilu. Tercatat baru tiga fraksi yaitu PDIP, Golkar, dan Gerindra memberikan pandangan fraksinya.

Perkembangan terakhir, anggota yang ada didalam rapat paripurna pengambilan ketetapan RUU Pemilu udah mencapai 534 anggota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *