Istirahat di Masjid Kabupaten Demak Jawa Tengah

Istirahat di Masjid Kabupaten Demak Jawa Tengah

Istirahat di Masjid Kabupaten Demak Jawa Tengah

Hari itu, matahari sangat terik sekali berada di atas kepala kami para peziarah rombongan dari Ngawi Jawa Timur. Memang saat itu, menjadi jadwal tahunan Warga Dusun Slumbung Desa Padas Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi untuk melakukan ziarah ke sejumlah makam Wali Allah. Setelah dua hari berkeliling di provinsi Jawa Timur, tiba Bus kami di Jawa Tengah tepatnya di Masjid Agung Demak di hari Selasa pukul 11.00 Wib. Karena tidak lama lagi adzan dhuhur berkumandang, pimpinan rombongan Bapak Mukri mempersilahkan peziarah untuk istirahat sejenak. Bus pun diparkir di tempat parkir Masjid yang memang sangat luas.

Sebagaimana diketahui Demak terkenal dengan kota para Wali, dimana Raden Patah ditengarai sebagai pendiri Masjid agung tertua ini. Para rombongan memilih untuk mencari penjual es yang tampaknya sangat segar jika diminum terlebih cuacanya yang sangat menyengat ini. Sejumlah rombongan lainnya memilih meminum kopi yang memang sudah mereka bawa dari rumah, dengan ditaruh ke dalam tremos. Sebagian lainnya mencari tempat makan siang yang cocok dengan kantong. Karena, ini menjadi hari pertama di Jawa Tengah, padahal selain ziarah ke Makam Sunan Kali Jaga atau Raden Patah, masih banyak tempat lainnya yang belum kita kunjungi, salah satunya di puncak Gunung Muria yangmana terdapat makan Sunan Muria disana.

Adzan dhuhur sudah berkumandang, para rombongan yang masih berpencar diminta oleh Bapak Mukri untuk segera berkumpul di Masjid. Karena, setelah salat dluhur nantinya langsung menuju makam para wali, sehingga untuk menghemat waktu semuanya diminta untuk sekaligus melaksanakan salat dhuhur berjamaah.

Selesai melaksanakan salat berjamaah, para rombongan berkesempatan melihat-lihat bangunan Masjid yang memiliki empat tiang utama yang disebut dengan Saka Guru. Salah satu dari tiang utama Masjid konon berasal dari serpihan kayu sehingga dinamai Saka Tatal.  Keindahan Masjid Agung Demak ditambah dengan serambi yang merupakan bangunan terbuka, atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit.

Keindahan Masjid Agung Demak ini juga ditambah dengan lokasi kompleks Masjid yang terdapat sejumlah makam raja-raja Kesultanan Demak termasuk diantaranya adalah Sultan Fattah yang merupakan raja pertama Kesultanan Demak. Di kompleks ini juga terdapat Museum Masjid Agung Demak yang berisi berbagai hal mengenai riwayat Masjid Agung Demak.

Bapak Mukri ketua rombongan telah selesai memberikan penjelasan tentang Masjid Agung Demak. Setelah itu, Pak Mukri meminta rombongan harus segera masuk bus lagi yang mana pada hari itu dijadwalkan harus tuntas di Demak. Belum lagi ada permintaan rombongan yang meminta untuk mampir sejenak di Pondok Pesantren. Sehingga persinggahan kami di Masjid tertua ini harus sekejap saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *