Berita Kediri Edarkan Pil Koplo

Berita Kediri

Berita Kediri Edarkan Pil KoploPeredaran narkotika dan obat terlarang di Kota Kediri semakin memperihatinkan. Tidak hanya buruh serabutan saja yang tergiur dengan keuntungan dari ‘bisnis’ pil koplo tersebut. Namun kini bisnis tersebut juga diminati oleh kalangan pelajar untuk Berita Kediri mencari penghasilan.

Sabtu (1/8) lalu, Satnarkoba Polres Kediri Kota mengamankan seorang pelajar SMK yang diduga menjadi pengedar pil dobel L. Pelajar yang merupakan warga Kabupaten tersebut berinisial AF (17). Selain mengamankan AF, polisi juga membekuk dua pengedar lainnya Teguh Setiawan (21) warga Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan dan Suwandi (31) warga Desa Blimbing, Tarokan Kabupaten Kediri.

“Tersangka yang masih dibawa umur tidak kita lakukan penanahanan untuk saat ini. Namun proses hukum tetap Berita Kediri berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kasat Narkoba Polres Kediri Kota AKP Ridwan Sahara.

AKP Ridwan mengungkapkan, sebelum berhasil menangkap AF, petugas sudah lebih dulu mengamankan Teguh saat berada di rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas melakukan penggeledahan dan mengamankan 104 butir dobel L sebagai barang bukti atas keterlibatan Teguh dalam bisnis jual beli pil setan tersebut.

 

Setelah menangkap Teguh, petugas kemudian Berita Kediri melakukan pengembangan, dan berhasil mengantongi nama AF yang diduga berperan sebagai pengedar. Dari keterangan Teguh pula petugas mengetahui jika AF merupakan pelajar salah satu SMK di Kediri.

“Kepada penyidik kami, tersangka Af mengaku jika benar dirinya menjual pil koplo kepada Teguh. Tersangka mengaku jika dia sudah empat kali mengedarkan pil tersebut,” tegas AKP Ridwan.

Namun pada saat penangkapan, petugas kepolisian tidak menemukan barang bukti pil dobel L. Pil yang dimiliki Berita Kediri AF sudah habis terjual dan petugas hanya mengamankan satu unit ponsel yang berisikan pesan singkat transaksi penjualan barang haram pil dobel L. Petugas juga mengamankan uang Rp 50 ribu yang diduga dari hasil penjualan.

Anggota Satnarkoba terus melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Suwandi. Dikalangan anggota Satnarkoba nama Suwandi sudah sering mereka dengar. Petugas mendapat informasi jika tersangka selalu memasok pil koplo sebanyak 10 ribu butir tiap minggu. Namun pada saat penggeledahan puluhan ribu tersebut tidak ditemukan.

AKP Ridwan menegaskan, tim buru sergap Satnarkoba akan Berita Kediri terus melakukan upaya untuk melakukan penekanan peredaran narkoba. Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat dengan pasal 196 Undang-Undang No 36/2009 tentang kesehatan. Ancaman hukuman maksimal sepuluh tahun penjara.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *