Cirebon

Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini Terbaru Oktober 2017

Kode Pos

Cirebon
Cirebon (dahulu disebut Cheribon dalam bahasa Inggris) adalah sebuah kota pelabuhan di pantai utara pulau Jawa di Indonesia. Terletak di provinsi Jawa Barat dekat perbatasan provinsi dengan Jawa Tengah, sekitar 297 km timur Jakarta, pada 6 ° 43 108 ° 34’E. Wilayah administrasi Cirebon sangat kecil, namun daerah pinggirannya yang padat terkapar di sekitar kabupaten; wilayah metropolitan resmi meliputi kabupaten ini dan juga kota, dan mencakup area seluas 1.021,88 km2, dengan populasi Sensus 2010 sebesar 2.366.340.

Tempat duduk bekas Kesultanan, daerah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah telah melihat sejarahnya dipengaruhi oleh budaya Sunda dan Jawa serta Arab dan China.

Sejarah
Lihat juga: Kesultanan Cirebon
Pengadilan kesultanan terletak di dekat kota modern Cirebon di pesisir utara Jawa Barat. Sepanjang abad ke-16 dan ke-17, kesultanan berkembang dan menjadi pusat perdagangan dan perdagangan di kawasan ini, serta berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan penyebaran Islam. Kesultanan tersebut terbagi menjadi empat rumah kerajaan, dimulai tahun 1677. Saat ini ada empat kraton (istana) di Cirebon; Keraton Kasepuhan, Kraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabonan, masing-masing memiliki keturunan sendiri dan semuanya adalah keturunan dan sisa-sisa Kesultanan Cirebon.

Menurut manuskrip Purwaka Caruban Nagari, pada abad ke 15 Cirebon dimulai sebagai sebuah desa nelayan kecil bernama Muara Jati. Saat itu pelabuhan Muara Jati sudah diminati pedagang asing. Kepala pelabuhan pada waktu itu adalah Ki Gedeng Alang-Alang yang ditunjuk oleh raja Galuh yang terletak di pedalaman di Kawali, Ciamis. Dia memindahkan pelabuhan ke Lemahwungkuk, 5 kilometer ke arah selatan. Sebagai pemimpin permukiman baru, Ki Gedeng Alang-Alang dianugerahi gelar “Kuwu Cerbon” (pemimpin desa Cerbon).

Seorang pangeran abad ke 15 dari Pajajaran, Pangeran Walangsungsang, masuk Islam, dan diangkat sebagai Adipati (Adipati) Cirebon dengan gelar Cakrabumi. Dia mendirikan kerajaan baru Cirebon dan mendeklarasikan kemerdekaan dari Sunda dan Galuh. Pembentukan Kesultanan Cirebon menandai pemerintahan Islam pertama di Jawa Barat, yang tumbuh dari desa nelayan sederhana Muara Jati ke pelabuhan pantai utara Jawa yang sibuk. Cirebon tumbuh sebagai salah satu kesultanan independen di bawah kepemimpinan Sunan Gunungjati, pada awal abad ke-16. Setelah Kerajaan Sunda ambruk, Kesultanan Banten dan Mataram berjuang mengendalikan Cirebon, yang menyatakan kesetiaannya kepada Sultan Agung Mataram. Tapi kemudian cucunya Amangkurat II menyerahkan kota tersebut ke Belanda pada tahun 1677. Sebuah perjanjian tahun 1705 melihat daerah Cirebon di sebelah barat Sungai Cisanggarung menjadi sebuah protektorat Belanda yang dikelola bersama oleh tiga sultan yang pengadilannya disaingi dengan Jawa Tengah. Pihak berwenang Belanda kemudian mendirikan Residence Cirebon (Residentie Tjirebon) yang terdiri dari Cirebon, Indramayu, dan Kuningan masa kini.

Selama masa “Sistem Kebudayaan” Belanda, sebuah perdagangan yang berkembang di tanaman uang kolonial menarik banyak pengusaha China dan pengaruh orang Tionghoa masih terlihat jelas di dalam batik dimana Cirebon terkenal. Cirebon mengalami kelaparan pada tahun 1844 , tampaknya dipicu oleh kombinasi kekeringan dan pergeseran dari pertanian subsisten menjadi tanaman keras, terutama nila dan tebu, yang diterapkan oleh sistem Budidaya Belanda.

Kode Pos Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *