Fogging Sembarangan Justru Berbahaya

Image result for fogging

 

Penyemprotan atau fogging buat memberantas nyamuk aedes aegypti pengakibat demam mengeluarkan luka dengue (DBD) dapatmematikan bila dilaksanakan dengan tidak prosedur. disamping dapat mengakibatkan orang yang menghirup gas semprotan keracunan, fogging juga berdampak buruk bagi keseimbangan ekosistem.
Karena itu, Suku Dinas kebugaran Jakarta Timur mengimbau penduduk supaya menghentikan kegiatan fogging. Sebab, saat ini masih banyak penduduk yang melaksanakan penyemprotan dengan tidak berkoordinasi dengan instansi tersebut. Padahal, Perihal itu amatberbahaya
“Kalau aku perhatikan sekarang, masih banyak penduduk yang melaksanakan fogging sembarangan. Masyarakat melaksanakan sendiri dengan tidak berkoordinasi dengan petugas kesehatan, baik status sudin kebugaran ataupun di puskesmas,” ujar Yenuarti Suaizi, Kepala Suku Dinas kebugaran Jaktim, Jumat (15/4/2011).

Lihat Juga : Jasa Fogging

Koordinasi amat diperlukan mengingat adanya standar campuran buat fogging. Minimal, cairan serta obat yang dipakai sesuai dengan standar tubuh kebugaran Dunia (WHO).
Selain itu, kata Yenuarti, fogging kebiasaannya dilaksanakan bila adanya penduduk yang terserang DBD di suatu wilayah. Itu pun sesegera mungkin adanya surat keterangan dari dokter rumah sakit atau puskesmas. Nantinya, kata Yenuarti, dokter akan turun ke alamat victim buatmelaksanakan observasi. kebiasaannya petugas akan mengecek apa di lingkungan sekitar rumah penderita DBD ini adanya penduduk lain yang merasakan demam tinggi atau tidak.
Jika ada, bisa diindikasikan penularan DBD itu dimulai dari lingkungan tersebut. Terlebih bila diciptakan juga jentik-jentik nyamuk dalam hitungan banyak. Dalam keadaan demikian, petugas kebugaran akan melaksanakan penyemprotan.
“Namun, bila result penyelidikan epidemiologi (PE) itu negatif, tak boleh dilaksanakan fogging. bila tetap dilakukan, itu malah akan menghancurkan eksositem yang ada, layaknya berbahaya sebanyak serangga,” tuturnya
Berdasarkan data Sudin kebugaran Jaktim, selama tahun ini DBD di wilayah itu mencapai 682 problematika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *